Cyber Apitaik

IBN SINA 980-1037 M

Ibn Sina adalah filosof dan dokter dari Persia. Barangkali dialah filosof dan dokter divdunia Islam yang paling terkenal. Secara umum, dunia kedokteran pada mulanya hingga berabad-abad setelah itu sangat terkait dengan filsafat. Sehingga hampir sebagian besar filosof Arab, termasuk al-Kindi dan Ibn Rusyd, adalah dokter. Para khalifah dan sultan mengangkat mereka sebagai dokter Negara, pendidik anak-anak mereka, dan sekaligus sebagai penasihat politik.

Ibn Sina meninggalkan kurang lebih 267 buku. Tiga diantaranya adalah buku ensiklopedia yang abadi: dua dalam bidang filsafat, yaitu al-Isyarat wa al-Tanbihat dan al-syifa’; satu buku dalam bidang kedokteran, yaitu al-Qanun fi al-thibb.
Dalam bidang filsafat, Ibn Sina termasuk segelintir pemikir muslim yang berupaya mewujudkan salah satu kewajiban yang ditetapkan oleh Tuhan bahwa akal manusia mesti dipakai untuk memikirkan hal-hal yang ada di alam semesta ini. Dalam hal metafisika, dia banyak memakai kaidah Aristoteles dan Plato  yang dijelaskan kembali oleh para filosof Yunani-untuk diterapkan terhadap akidah Islam  Ibn Sina mengakui hakikat kenabian. keharusan adanya kenabian, dan pentingnya kenabian. Meskipun demikian, dia berpendapat bahwa para nabi  agar risalah mereka dapat di pahami dan diterima oleh orang awam  hendaknya menggunakan rumus-rumus, contoh, dan kiasan yang dapat diterima secara harfiah oleh orang awam. Sebaliknya, bagi orang yang otaknya cemerlang tidak perlu menggunakan metode tersebut. Menurutnya, surga dan neraka bersifat rohani, bukan jasmani, karena jasad manusia tidak kekal. Bahkan ia berpendapat bahwa kebangkitan jasad tidak dapat diterima oleh akal.

Alam semesta ini, dalam pendapatnya, bersifat qadim, tidak ada akhirnya. Jika jasad ini dibangkitkan, berarti alam semesta ini tidak qadim, akan berakhir. Dia berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan, tetapi semua perbuatannya harus dipertanggungjawabkan. Manusia mempunyai pilihan dan tidak terbelenggu. Dia juga berpendapat bahwa kebahagiaan berfikir secara rohani, bukan secara fisik; yaitu merenungkan Allah SWT, berhubungan dengan-Nya, dan melihat-Nya secara rohani. Dengan kata lain, melihat Allah merupakan tujuan tertinggi, tujuan trakhir.

Dia sangat menyenangi perempuan, khamar dan kemewahan hidup. Namun dalam jawaban terhadap kawannya yang mencoba menasihatinya agar hidup yang benar, dia berkata : ”Aku lebih mementingkan hidup singkat, tetapi berhati lapang daripada lama, tetapi menderita”. Tentang khamar, dia berkata, : “sesungguhnya khamar di haramkan untuk orang bodoh dan lengah. Sebaiknya khamar di halakan bagi orang-oang berakal.”
Keyakinan-keyakinannya ini menimbulkan bencana bagi dirinya. para ulama Ahlusunah menuduhnya sebagai zindik.Tuduhan seperti itu, dalam peradaban Islam, biasa di lontarkan kepada setiap orang Muslim yang berpaya menjadikan pemikiran filosofis sebagai pemikiran asli, atau kepada orang yang menggabungkan filsafat dengan ketuhanan, Atas dasar inilah, Ibn Sina membuat tulisanya dalam tiga tingkatan: buku untuk orang awam, di antaranya buku al-Syifa’ dan al- Najat yang tidak mengandung unsur kontroversial dengan akidah sebagian besar orang, buku untuk para muridnya, antara lain al-Isyarat wa al-Tanbihat yang mengandung unsur kebebasan dan keberanian, dan buku-buku aqidah batiniah, seperti Hikmah al-Musyriqin yang di persiapkanya untuk kelompok terbatas yang dapat memahaminya. Al-Ghazali juga pernah melakukan hal yang sama dengan Ibn Sina ketika memaparkan berbagai pendapatnya, meskipun Al-Ghazali tidak menggunakan prinsip-prinsip seperti yang diterapkan oleh Ibn Sina.

Meskipun Ibn Sina Terkenal sebagai dokter (sehingga dia dipanggil sebagai Galliens-nya bangsa Arab), ketenaranya sebagai seorang filosofpun tidak kalah. Dalam bukunya, al-Qanun fi al-Thibb, dia menggabungkan antara teori Epocritus dan kedokteran Galliens; selain menambahkan kedokteran India, Persia, Suryani, Dan Arab yang dia ketahui, serta pengalaman dan percobaan yang dilakukan sendiri. Buku ini memiliki kelebihan karena memberikan penjelasan tentang hubungan yang erat antara berbagai kondisi kejiwaan dan penyakit badan, pengaruh makanan dan iklim terhadap kesehatan, kemungkinan berpindahnya penyakit saraf karena permusuhan, menyebarnya penyakit akibat kotoran, dan air yang tercemar. Ibn Sina senantiasa berpesan bahwa obatan-obatan harus di uji-cobakan terhadap binatang untuk memastikan kemanjuran dan tidak ada bahaya didalamnya.

Buku al-Qanun, telah menduduki tempat yang sangat terhormat di antara buku-buku kedokteran yang muncul sebelumnya, dan menjadi buku kedoktran yang diandalkan di dunia Islam hingga awal abad kedua puluh. Di Eropa, buku yang sama juga menjadi buku rujukan utama dalam pengajaran di fakultas-fakultas kedokteran hingga abad ketujuh belas (terpakai sebagai rujukan utama hampir enam abad), sampai di katakan, ”Buku ini menjadi buku ‘suci’ kedokteran paling lama di bandingkan buku-buku yang lain .”

Orang-orang Eropa juga menaruh perhatian besar terhadap filsafatnya yang berusaha menggabungkan antara filsafat Yunani dan keyakinan agama (baik Islam maupun Kristen). Orang pertama yang mengetahui pentingnya upaya Ibn Sina, dan kemungkinan pemanfaatan pemikiran teologisnya untuk orang Kristen ialah pendeta Jerman Albert yang Agung (w.1280 M.) dan muridnya sendiri, Thomas Aquinas yang di gelari bapak teologi dan peletak dasar ilmu ketuhanan di katolik. Di Inggris, filosof Roger Bacon (w. 1294) menganggap Ibn Sina sebagai pakar filsafat terbesar setelah Aristoteles. Dialah yang memasarkan ajaran dan fikiran-fikiran Aristoteles, sampai akhirnya dia sendiri dituduh ingkar dan keluar dari keyakinanya, lalu dipenjara di Paris selama beberapa tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: